BERANDAPOST.COM, TANGERANG – Ekspor bumbu instan dan makanan siap saji untuk jemaah haji 2026 menjadi langkah konkret dorong UMKM menembus pasar global. Program ini membuka akses produk lokal masuk rantai pasok internasional ibadah haji dan umrah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah dari Kementeriah Haji (Kemenhaj), Jaenal Effendi, menegaskan program ini memperkuat sektor riil melalui ekosistem haji.
“Kami ingin ekosistem haji dan umrah memberi manfaat ekonomi nyata bagi pelaku usaha,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Produk yang diekspor mencakup bumbu instan Nusantara serta makanan siap saji (Ready To Eat/RTE). Seluruh produk telah melalui standardisasi ketat, mulai kualitas, daya tahan, hingga sertifikasi halal berstandar internasional.
Langkah ini menjadi bukti produk UMKM mampu bersaing pada pasar global.
Uji Sistem Logistik
Program ini juga menjadi uji coba sistem logistik. Proses mencakup produksi, pengemasan, hingga ketepatan waktu pengiriman menuju Arab Saudi.
Sejumlah BUMN terlibat dalam program ini. PT Pos Indonesia mengelola rantai pasok, sementara PT Garuda Indonesia mendukung distribusi udara.
Kolaborasi ini membentuk ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai petani rempah, pelaku UMKM, hingga sektor logistik.
Pemerintah menilai sektor haji dan umrah memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi. Selain membuka pasar baru, program ini juga meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
“Ke depan, kami berharap semakin banyak UMKM terlibat dan meningkatkan kapasitas produksi,” kata Jaenal.
Langkah ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas jangkauan pasar internasional. (bro2)


