BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Google Indonesia atas inisiatif pelatihan ribuan guru berbasis teknologi.
Kadisdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan penyerahan penghargaan tersebut berlangsung saat Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), 2 Mei 2026. Google Indonesia memberikan penghargaan karena pihaknya berhasil melatih lebih dari 2.000 guru secara serentak.
“Penghargaan ini karena kami melakukan pelatihan kepada lebih dari 2.000 guru untuk meningkatkan kapasitas dalam pembelajaran berbasis teknologi informasi,” kata Irfan, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, Balikpapan menjadi satu-satunya daerah yang menerima penghargaan tersebut. Program pelatihan melalui platform Google for Education, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
“Pelatihannya berupa pembelajaran mendalam berbasis AI dan pemanfaatan teknologi informasi. Terlaksana selama dua hari untuk guru SD dan SMP,” jelasnya.
Luncurkan 3 Program Pendidikan
Selain itu, perangkat daerah ini juga meluncurkan tiga program strategis bidang pendidikan. Salah satunya adalah rencana penerapan wajib belajar 13 tahun yang akan berlangsung pada 2027.
Pada 2026, pemerintah akan melakukan sosialisasi agar anak-anak mengikuti PAUD sebelum masuk sekolah dasar.
“Kami ingin memutus mata rantai anak tidak sekolah. PAUD penting untuk membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum masuk SD,” tegasnya.
Program kedua adalah peluncuran buku berbasis kearifan lokal bertajuk “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang merupakan gagasan Bunda PAUD.
Selanjutnya, pihaknya bersama Tim Penggerak PKK meluncurkan program “Balikpapan Cinta Literasi” untuk meningkatkan minat baca anak.
Program ini tidak hanya berbentuk buku, tetapi juga konten video yang akan tayang pada berbagai ruang publik, seperti videotron dan fasilitas umum lainnya.
“Ini bagian dari upaya meningkatkan literasi anak-anak kita melalui berbagai media,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong gerakan “Satu Guru Satu Buku” sebagai upaya meningkatkan literasi kalangan tenaga pendidik. Pada tahun ini, sekitar 100 guru telah mendapatkan pelatihan menulis dan menghasilkan karya berupa buku.
“Mereka mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas menulis. Hasilnya sudah terlihat dari peluncuran karya,” ungkapnya.
Irfan berharap berbagai program tersebut dapat mendorong kemajuan pendidikan, baik dari sisi intelektual maupun spiritual.
“Kami ingin mencetak generasi yang cerdas secara intelektual dan juga memiliki kecerdasan spiritual,” pungkasnya. (bro2)

