PPU
Beranda / DAERAH / PPU / LITERIA 2026, Dispusip PPU Perkuat Fungsi Perpustakaan

LITERIA 2026, Dispusip PPU Perkuat Fungsi Perpustakaan

Dispusip PPU menggelar LITERIA 2026 untuk memperkuat literasi budaya melalui kuliner, bahasa, cerita rakyat, riset, dan pengarsipan. (Kominfo PPU)

BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku. Melalui LITERIA 2026, perpustakaan mulai bertransformasi menjadi ruang bertemunya gagasan, riset, dan pelestarian budaya lokal.  Program yang melibatkan akademisi, tokoh adat, pelaku usaha, hingga pelajar.

Semangat tersebut mewarnai pelaksanaan LITERIA 2026 Episode 1, Selasa (7/7/2026). LITERIA adalah  Literasi Interaktif, Riset, dan Arsip Nusantara.

LITERIA untuk memperkuat pelestarian budaya lokal melalui pendekatan literasi, riset, dan pengarsipan. Kegiatan ini melibatkan beragam unsur. Mulai dari pemerintah daerah, akademisi, tokoh adat, arsiparis, anggota legislatif, hingga pelaku UMKM, dan masyarakat umum. Bahkan pelajar menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten PPU, Aswar Bakri mengatakan LITERIA untuk memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar, ruang diskusi, sekaligus wadah pengembangan riset berbasis budaya lokal.

“Merupakan salah satu bentuk inovasi yang secara konsisten kami laksanakan setiap tahun,” ujarnya.

Pemkab PPU Buka Seleksi Terbuka 5 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Menurut Aswar, transformasi perpustakaan agar mampu menjawab perkembangan zaman. Perpustakaan perlu berkembang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Bukan hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem riset, bahkan jika memungkinkan menjadi pusat riset daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pembahasan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi agar melahirkan karya ilmiah yang terbit pada jurnal terakreditasi nasional maupun internasional, termasuk jurnal bereputasi yang terindeks Scopus.

Selain itu, mengemas berbagai hasil kajian dalam bentuk e-book populer dan audiobook agar masyarakat lebih mudah mengaksesnya, termasuk kalangan difabel. (bro2)

Mudyat Noor: DBH Daerah Penghasil Sawit Harus Adil