BERANDAPOST.COM, NUSANTARA – Matahari mulai condong ke barat ketika jarum jam mendekati pukul 17.00 Wita. Kesibukan dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara perlahan mereda. Di halte yang berdiri tepat depan Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah aparatur sipil negara (ASN) melangkah santai. Mera sambil menunggu kedatangan bus dalam kota yang mengantar mereka pulang.
Tak ada wajah lelah akibat berjam-jam terjebak kemacetan. Beberapa menit kemudian, bus gratis datang dan membawa para penumpang menuju kawasan hunian. Perjalanan itu hanya memakan waktu sekitar 10 menit. Sebuah rutinitas sederhana yang perlahan mengubah cara mereka menjalani kehidupan.
Bagi Mirfa, ASN Otorita IKN yang telah menetap selama setahun terakhir, perubahan terbesar bukan sekadar berpindah tempat bekerja. Ia merasakan kualitas hidup yang jauh berbeda karena waktu yang sebelumnya habis dalam perjalanan, kini bisa ia manfaatkan untuk berbagai aktivitas.
“Dulu setelah pulang kerja rasanya sudah capek karena perjalanan panjang. Sekarang selesai kerja masih sempat jogging atau ikut latihan badminton. Rasanya hari belum benar-benar selesai setelah jam kantor,” katanya, Sabtu (25/7/2026).
Kota yang Mengembalikan Waktu bagi Warganya
Pekerja dari berbagai kementerian, lembaga, hingga pelaku usaha juga merasakan pengalaman Mirfa. Kehadiran kawasan hunian yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, ruang terbuka hijau, fasilitas olahraga, layanan kesehatan, dan pusat kuliner mulai membentuk pola hidup baru yang lebih seimbang antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan kota layak huni yang menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai prioritas utama. Jarak yang dekat antara rumah, kantor, kawasan komersial, dan fasilitas publik membuat mobilitas berlangsung lebih efisien tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda yang saling terhubung semakin memperkuat konsep tersebut. Warga dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan nyaman, aman, sekaligus menikmati lingkungan yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Lebih dari Sekadar Perjalanan Singkat
Bagi sebagian orang, perjalanan pulang selama 10 menit mungkin tampak sebagai hal biasa. Namun, bagi mereka yang mengalaminya setiap hari, waktu yang berhasil dihemat menghadirkan perubahan besar dalam kualitas hidup.
Waktu yang dahulu habis menghadapi kemacetan kini berubah menjadi kesempatan untuk berolahraga, bergabung dalam komunitas berkebun, bersepeda bersama teman, menikmati ruang terbuka hijau, atau sekadar menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga sebelum malam tiba.
Suasana itu semakin terasa saat akhir pekan. Banyak warga memilih berjalan kaki menikmati kawasan sekitar, sementara anak-anak bermain pada ruang terbuka yang mudah.
Menikmati Senja di Belakang Istana Garuda
Bagi Mirfa, Nusantara bukan hanya menjadi tempat bekerja, melainkan ruang untuk membangun kehidupan bersama keluarga. Pada akhir pekan, ia kerap mengajak anak dan keluarganya menikmati sore ke berbagai ruang terbuka yang tersedia.
“Saya berharap ke depan semakin banyak fasilitas yang lengkap, sekarang jalur pejalan kaki semakin terhubung, sangat nyaman rasanya jalan sore hari, menikmati senja belakang Istana Garuda sambil menghirup udara sore IKN yang bersih. Saya senang sekali sih,” katanya sambil mengawasi anaknya bermain.
Harapan Mirfa mencerminkan wajah baru Nusantara. Kota ini tidak hanya menghadirkan pusat pemerintahan baru Indonesia, tetapi juga menawarkan cara hidup yang lebih dekat, lebih sehat, dan lebih manusiawi. (bro2)

