INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / Pilot Selfie Picu Tabrakan Pesawat Tempur, Angkatan Udara Minta Maaf

Pilot Selfie Picu Tabrakan Pesawat Tempur, Angkatan Udara Minta Maaf

Selfie saat terbang picu tabrakan pesawat tempur pada 2021. Angkatan Udara meminta maaf, pilot kena sanksi berat usai hasil investigasi terungkap. (US Air Force Photo)

BERANDAPOST.COM, SEOUL – Momen yang seharusnya menjadi kenangan terakhir berubah menjadi insiden serius. Angkatan Udara Korea Selatan akhirnya mengungkap penyebab tabrakan dua pesawat tempur pada 2021. Pemicunya ternyata karena aksi tidak disiplin pilot saat mengambil foto dan video pribadi atau selfie.

Melansir The Guardian, Jumat (24/4/2026), dalam pernyataan resmi, juru bicara angkatan udara menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas kejadian tersebut.

“Kami dengan tulus meminta maaf kepada publik atas kekhawatiran yang disebabkan oleh kecelakaan yang terjadi pada tahun 2021,” katanya.

Fakta ini terungkap setelah Dewan Audit dan Inspeksi Korea Selatan merilis hasil investigasi. Laporan menyebut manuver tanpa izin demi pengambilan gambar menjadi penyebab utama tabrakan dua pesawat tempur jenis F-15K saat latihan formasi dekat Daegu, Desember 2021.

Dalam kronologi kejadian, pilot pendamping mencoba merekam momen penerbangan terakhir bersama unitnya. Ia melakukan manuver tajam dengan menanjak dan memiringkan pesawat tanpa izin demi mendapatkan sudut gambar yang lebih baik. Pada saat yang sama, pilot lain juga merekam video dari pesawat utama.

Raja Malaysia Ganti Kepala Antikorupsi, Azam Baki Tertekan

Jarak kedua jet yang semakin dekat memicu upaya penghindaran. Namun, benturan tidak terelakkan. Bagian ekor pesawat pendamping menghantam sayap jet utama hingga menyebabkan kerusakan signifikan.

Kerugian akibat insiden tersebut mencapai sekitar 600 ribu dolar AS atau setara Rp10,2 miliar. Meski demikian, tidak ada korban luka dalam kejadian ini.

Hasil audit menetapkan pilot pendamping sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Namun, otoritas juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap aktivitas pengambilan gambar selama penerbangan.

Sebagai konsekuensi, pilot tersebut mendapatkan sanksi skorsing dari tugas penerbangan dan wajib mengganti sebagian biaya kerusakan. (bro2)

Misteri Mojtaba Khamenei Picu Spekulasi Politik di Iran