HUKUM
Beranda / HUKUM / Mengenal Bahaya Etomidate Milik Kasatreskoba Polres Kukar

Mengenal Bahaya Etomidate Milik Kasatreskoba Polres Kukar

Bahaya etomidate dalam vape ilegal terungkap setelah kasus narkoba yang menyeret Kasatreskoba Polres Kukar YBA dibongkar Polda Kaltim. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Dari fungsinya sebagai obat anestesi untuk penyelamatan pasien kritis, etomidate kini berubah menjadi ancaman baru dalam peredaran gelap narkoba. Marak yang menyalahgunakan zat medis yang biasa digunakan dalam ruang operasi dan instalasi gawat darurat itu. Mencampurkan etomidate ke dalam liquid vape ilegal demi menciptakan sensasi “fly” yang berbahaya.

Fenomena tersebut ikut terungkap dalam kasus dugaan penyelundupan etomidate yang menyeret Kasatreskoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial YBA. Polisi menemukan puluhan paket etomidate yang pengirimannya melalui jasa ekspedisi ke Tenggarong.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengungkapkan YBA sempat berdalih paket etomidate adalah untuk konsumsi pribadi. Namun, polisi meragukan alasan tersebut mengingat jumlah barang yang tergolong besar.

“Yang bersangkutan mengaku untuk pakai sendiri, tapi kami tidak percaya karena jumlahnya banyak. Kasatreskoba pastinya tahu kalau itu narkoba,” tegas Romylus, Minggu (17/5/2026).

Penyidik kini terus menelusuri riwayat pengiriman paket melalui jasa ekspedisi untuk mengetahui seberapa sering transaksi tersebut berlangsung.

Kasat Reskoba Polres Kukar Tersangka 100 Katrij Narkotika Sintetis

“Jadi pada prinsipnya kita terus mendalami termasuk juga berapa kali melakukan pengiriman,” katanya.

Dari hasil penelusuran manifes pengiriman, polisi menemukan dugaan empat kali pengiriman serupa yang sebelumnya berhasil lolos. Namun petugas berhasil menggagalkan saat pengiriman paket kelima.

“Dari fakta yang kita dapat, YBA sudah 4 kali kirim paket. Rentetannya 10, 10, 10, baru 20 paket, jadi ada 50 paket. Jasa ekspedisinya juga kami periksa,” sambungnya.

Romylus menegaskan penanganan perkara itu menjadi atensi langsung Kapolda Kaltim sebagai bentuk komitmen membersihkan institusi kepolisian dari penyalahgunaan narkoba.

“Tidak pandang bulu. Saat ini kita sudah periksa tiga saksi, tapi masih terus dalami. Yang kita udah tahan YBA, kemudian untuk saksi,” pungkasnya.

Pemilik Beli Mie Gacoan Berau, Penumpang Bawa Kabur Mobil

Mengenal Etomidate

Melansir Alodokter, etomidate sebenarnya merupakan obat anestesi yang lazim tenaga medis gunakan. Tujuannya agar pasien tidak sadar dalam waktu singkat sebelum tindakan operasi atau penanganan darurat. Obat ini sering menjadi pilihan utama karena bekerja cepat dan relatif lebih aman bagi pasien dengan gangguan jantung maupun tekanan darah.

Namun, penggunaan etomidate tanpa pengawasan medis sangat berbahaya. Penyalahgunaan zat tersebut dapat memicu gangguan pernapasan, penurunan kesadaran mendadak, hingga overdosis yang mengancam nyawa.

Efek sedatif, rasa rileks berlebihan, hingga sensasi halusinasi membuat banyak yang memburu etomidate dalam peredaran gelap. Belakangan, zat ini banyak yang mencampurnya ke dalam liquid vape ilegal untuk memberikan efek teler secara instan.

Saat menghirup bersama rokok elektrik atau mencampurkan dengan zat lain, etomidate bekerja cepat menyerang sistem saraf pusat. Efeknya memang terasa singkat, tetapi risikonya sangat besar karena dosis penggunaan tidak terkontrol.

Praktik tersebut kini menjadi perhatian aparat penegak hukum karena mulai menyasar kalangan pengguna vape dan narkoba.

70 Paket Etomidate dari Kasus Kasatreskoba Polres Kukar

Meski memiliki manfaat penting dalam dunia medis, etomidate bukan obat yang bisa menggunakannya secara sembarangan. Penggunaannya wajib berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena berpotensi menimbulkan efek samping serius.

Kurangnya pemahaman masyarakat terkait bahaya etomidate, ditambah akses ilegal melalui pasar gelap, membuat obat ini rentan disalahgunakan. (bro2)