KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Program Serambi, BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun

Program Serambi, BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meninjau pelaksanaan penukaran uang. Bank Indonesia Kaltim menyiapkan Rp2,18 triliun untuk penukaran uang Ramadan dan Idulfitri 2026. Layanan SERAMBI berlangsung hingga 15 Maret. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Program Serambi (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri) kembali bergulir. Merupakan layanan penukaran uang gagasan Bank Indonesia.

Program Serambi tahun ini mengusung tema “Rupiah Memberi Makna pada Bulan Penuh Berkah”. Bank Indonesia menyiapkan layanan tersebut agar masyarakat memperoleh uang layak edar dalam jumlah cukup, pecahan sesuai, serta terjamin keasliannya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menjelaskan program Serambi menjadi respons atas lonjakan kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Idulfitri.

Secara nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp185,6 triliun. Khusus wilayah Kalimantan Timur, alokasi mencapai Rp2,18 triliun.

“Jumlah tersebut meningkat 19,13 persen secara tahunan ketimbang tahun sebelumnya,” terang Jajang, Rabu (18/2/2026).

Otban 7 Soroti Rencana Pembangunan Bandara Maloy Kutai Timur

LAYANAN PENUKARAN DAN PENDAFTARAN

Penukaran uang berlangsung pada tujuh kabupaten dan kota wilayah kerja KPwBI Kaltim. Berlangsung sejak 18 Februari hingga 15 Maret 2026, mengikuti jam operasional perbankan.

Layanan tersedia melalui beberapa skema, antara lain penukaran ritel pada sejumlah masjid Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan Gedung Pramuka, serta penukaran pada 35 kantor bank.

Seluruh pendaftaran penukaran secara daring melalui aplikasi atau situs PINTAR, dengan batas maksimal penukaran sebesar Rp5,3 juta per orang.

Pembukaan kuota wilayah Kalimantan berlangsung dua tahap, yakni 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB dan 27 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.

AJAKAN CINTA DAN RAWAT RUPIAH

Melalui program ini, Bank Indonesia juga mengajak masyarakat semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Masyarakat agar mengenali keaslian uang dengan metode 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

Mitigasi Haji 2026, Kemenhaj Kaltim Siapkan Skema Murur dan Tanazul

Selain itu, Bank Indonesia mengingatkan pentingnya merawat Rupiah melalui prinsip 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi.

Bank Indonesia berharap sinergi bersama perbankan dan mitra kerja mampu memastikan distribusi uang berjalan tertib dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik. (bro2)