BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Sembilan pertandingan tersisa dalam Super League 2025/2026 menjadi fase penentu bagi Borneo FC. Peluang juara masih terbuka, tetapi jalan yang skuad Pesut Etam tempuh tidak mudah.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes menyebut seluruh laga tersisa layaknya final. Konsentrasi penuh dan kontribusi maksimal dari semua pemain menjadi kunci.
Secara umum, kondisi tim cukup baik. Namun, badai cedera masih menjadi pekerjaan rumah.
Bahkan untuk lini depan, pilihan terbatas. Lefundes mengandalkan Koldo Obieta dengan dukungan pemain muda. Dua penyerang lain, Kaio Nunes dan Habibi Jusuf, masih menjalani pemulihan.
“Kaio masih dalam tahap observasi setelah operasi. Progresnya bagus, tapi harus hindari kontak,” ujar Lefundes, Kamis (2/4/2026).
Sementara kondisi Habibi memerlukan perhatian lebih. Cedera ACL dan meniskus membuat proses pemulihan berjalan lebih panjang.
Meski begitu, kabar baik datang dari Mohammad Baker El Husseini. Bek asal Lebanon itu mulai kembali berlatih dan berpeluang segera tampil.
Kehadirannya tentu menjadi tambahan penting bagi lini pertahanan tim. “Mungkin pekan depan Baker sudah bisa bergabung penuh,” kata Lefundes.
Peralta Kembali, Fokus Pulihkan Kondisi
Sedangkan untuk sektor sayap, Mariano Peralta sudah kembali bergabung usai menyelesaikan urusan di Argentina.
Meski baru tiba, Lefundes yakin kondisi Peralta tetap terjaga. Bahkan ia memberikan program latihan tambahan untuk mengatasi kelelahan perjalanan.
“Peralta itu profesional. Kami hanya bantu kembalikan kebugarannya,” ujarnya.
Ujian terdekat datang saat menghadapi Madura United pada pekan ke-26. Laga ini menjadi salah satu dari sembilan pertandingan krusial yang akan menentukan arah musim Borneo FC.
Bagi Borneo FC, sembilan laga tersisa bukan sekadar jadwal. Ini adalah sembilan kesempatan terakhir untuk menjaga mimpi juara Super League 2025/2026 tetap hidup. (bro2)


