BONTANG
Beranda / DAERAH / BONTANG / Bontang Targetkan 30 Produk Ekraf Terdaftar HKI Tiap Tahun

Bontang Targetkan 30 Produk Ekraf Terdaftar HKI Tiap Tahun

Pemkot Bontang mendorong pelaku ekonomi kreatif daftar HKI dengan target 30 produk tiap tahun guna tingkatkan daya saing dan lindungi karya lokal. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menaruh perhatian besar pada perlindungan karya sebagai kunci daya saing produk lokal. Langkah tersebut untuk memacu penguatan ekonomi kreatif.

Melalui pelatihan penyusunan strategi pengembangan ekonomi kreatif, pemerintah mendorong pelaku usaha memahami pentingnya legalitas. Kegiatan bertema optimalisasi kekayaan intelektual ini berlangsung di Hotel Bintang Sintuk, Kamis (23/4/2026).

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, membuka kegiatan mewakili wali kota. Ia menekankan bahwa pelaku usaha tidak cukup hanya fokus pada produksi.

“Kami mendorong para pelaku usaha tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada aspek legalitas agar nilai tambah produknya meningkat,” tegasnya.

Menurutnya, perlindungan hukum atas karya mampu mencegah sengketa merek yang kerap merugikan pelaku UMKM. Legalitas menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan kompetitif.

Pondok Pasilan Bontang Akselerasi Layanan Kependudukan Digital

Pemerintah menilai pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai langkah strategis. Selain melindungi karya, HKI juga meningkatkan nilai jual produk untuk pasar yang lebih luas.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispopar Bontang, Doddy Rosdian, menyampaikan target minimal 30 karya atau produk harus masuk dalam pendaftaran HKI setiap tahun.

“Target kami jelas, minimal ada 30 karya atau produk yang terdaftar HKI setiap tahunnya,” ujarnya.

Pemkot Bontang merancang pelatihan selama dua hari untuk mencapai target tersebut. Hari pertama berisi penguatan konsep, sedangkan hari kedua fokus pada pendampingan teknis proses pendaftaran.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur agar mampu mempercepat perlindungan karya lokal. Sinergi ini menjadi langkah penting agar produk Bontang mampu bersaing pada level nasional hingga global. (bro2)

Bontang Dorong Kuliner Go Digital, Siapkan SDM Kreatif