BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mempercepat pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri. Langkah tersebut untuk menyambut penerapan program Wajib Belajar 13 Tahun pada 2027 mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan jumlah PAUD negeri belum mampu menjangkau seluruh kebutuhan warga.
“Pemerintah mulai memperkuat layanan PAUD melalui pembangunan fasilitas baru pada sejumlah kawasan strategis,” kata Irfan Taufik, Jumat (22/5/2026)
Salah satu proyek yang tengah berjalan ialah pembangunan TK Pembina 2 Negeri kawasan Grand City. Sekolah tersebut akan menjadi tambahan layanan pendidikan formal negeri bagi anak-anak sekaligus mendukung kesiapan program wajib belajar nasional.
“Pengembangan PAUD negeri, fokusnya tidak hanya pada pembangunan gedung sekolah saja. Tetapi juga menyentuh kualitas pembelajaran dan pola pengasuhan anak dalam lingkungan pendidikan,” jelasnya.
Ia menilai masa kanak-kanak menjadi fase penting dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial, hingga perkembangan dasar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
“Jadi bukan hanya gedung sekolah, tetapi juga kualitas pembelajaran dan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain memperluas akses pendidikan, keberadaan PAUD negeri agar meringankan beban ekonomi masyarakat. Sebab, tidak seluruh keluarga memiliki kemampuan menyekolahkan anak ke PAUD swasta dengan biaya yang relatif lebih tinggi.
“Dengan bertambahnya PAUD negeri, masyarakat memiliki alternatif pendidikan yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan anak,” tambahnya.
Saat ini, pihaknya mulai memetakan wilayah yang masih kekurangan fasilitas PAUD, terutama kawasan padat penduduk dan permukiman berkembang.
“Pemetaan ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan PAUD negeri baru pada tahun-tahun mendatang,” terangnya. (bro2)


