NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Once Mekel Soroti Bonus Atlet dan Dualisme Organisasi Olahraga

Once Mekel Soroti Bonus Atlet dan Dualisme Organisasi Olahraga

Anggota DPR RI Once Mekel menyoroti keterlambatan bonus atlet, mutasi atlet, dan dualisme organisasi olahraga jelang PON XXII 2028. (HO - DPR RI)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI, Once Mekel menyoroti persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Pasalnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu penyelesaian agar pembinaan atlet berjalan optimal dan prestasi olahraga nasional terus meningkat.

Once Mekel menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Once, PON harus menjadi ajang yang mampu melahirkan atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk dipersiapkan menuju level internasional.

“Ada harapan dari kita semua bahwa pelaksanaan PON bisa berhasil dari sisi penyelenggaraan, administrasi, dan keamanan. Bahkan memberikan manfaat ekonomi, serta meningkatkan prestasi atlet-atlet daerah,” kata Once Mekel.

Ia menilai berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam dunia olahraga perlu mendapat perhatian serius. “Agar tidak menghambat proses pembinaan atlet,” tegasnya.

Rawan Praktik Ilegal, Timwas Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji

Salah satu persoalan yang menjadi sorotannya adalah keterlambatan pencairan bonus bagi atlet berprestasi pada sejumlah daerah. Menurutnya, pemberian penghargaan terhadap atlet harus tepat waktu sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi.

“Saya mendengar bahwa penyaluran bonus-bonus atlet daerah seringkali terlambat. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.

Bagi para atlet, bonus tidak hanya menjadi penghargaan atas kerja keras selama bertanding, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan prestasi pada ajang berikutnya.

Once Juga Persoalkan Mutasi Atlet

Selain persoalan bonus, Once juga menyoroti fenomena mutasi atlet antar daerah yang kerap terjadi menjelang pelaksanaan ajang olahraga besar. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu proses pembinaan atlet.

Tak kalah penting, politikus Fraksi PDI Perjuangan itu menyinggung masih adanya dualisme kepengurusan pada sejumlah organisasi cabang olahraga. Menurutnya, konflik organisasi yang berlarut-larut berpotensi menghambat pembinaan atlet serta mengganggu pengembangan olahraga nasional.

Mina Clear, Kemenhaj Evaluasi Armuzna dan Siapkan Haji 2027

“Ini perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pembinaan atlet dan perkembangan olahraga nasional,” ujarnya.

Once Mekel menilai tata kelola organisasi olahraga yang sehat, profesional, dan transparan menjadi faktor penting dalam mendukung kesuksesan PON XXII Tahun 2028. Menurutnya, pembinaan atlet tidak dapat berjalan maksimal apabila organisasi olahraga masih menghadapi persoalan internal yang berkepanjangan. (bro2)