BERANDAPOST.COM, BONTANG – Langkah Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyusuri ruang-ruang kelas menjadi gambaran keseriusan Pemkot Bontang dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Bukan sekadar melihat bangunan, kunjungan itu menjadi upaya memastikan setiap siswa memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak.
Neni meninjau SD Negeri 002 Bontang Barat dan SD Negeri 001 Bontang Barat. Ia juga mendatangi SMP Negeri 007 Bontang Selatan. Termasuk lokasi pembangunan sekolah baru Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.
Saat mendatangi SD Negeri 002 Bontang Barat, Neni meninjau kondisi ruang belajar sekaligus lahan untuk pembangunan ruang kelas baru. Ia meminta usulan penambahan ruang belajar melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah. Ia menginstruksikan pihak sekolah memanfaatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan ringan, pengecatan, serta kerja bakti rutin.
“Dinas Pendidikan agar mengawal seluruh proses revitalisasi supaya berjalan sesuai rencana,” kata Neni, Senin (27/7/2026).
Peninjauan berlanjut ke SD Negeri 001 Bontang Barat. Pada kesempatan itu, Neni mengevaluasi kondisi ruang kelas, instalasi listrik, toilet, hingga ruang penyimpanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan.
Awasi Pembangunan SMP dan Fasilitas Penunjang
Fokus berikutnya tertuju pada SMP Negeri 007 Bontang Selatan. Neni memantau pembangunan gedung baru senilai Rp2,2 miliar yang pembiayaannya melalui Program Revitalisasi Kemendikdasmen.
Ia menegaskan seluruh pekerjaan harus mengikuti perencanaan teknis dan memenuhi standar kualitas. “Pengawasan yang ketat agar hasil pembangunan bermanfaat dalam jangka panjang,” jelasnya.
Selain pembangunan gedung, Pemkot Bontang juga menyiapkan sejumlah pekerjaan pendukung, antara lain penimbunan lahan, pembangunan turap pengendali banjir, perbaikan akses jalan menuju sekolah, serta rehabilitasi sarana penunjang. Salah satu proyek yang akan berjalan adalah pembangunan 16 unit toilet baru dengan nilai anggaran sekitar Rp361 juta.
Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pembangunan fisik. Neni juga meminta pemanfaatan Dana BOS dan anggaran pemeliharaan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Ia turut mendorong sekolah memaksimalkan penggunaan perangkat teknologi seperti laptop dan smartboard sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis digital.
Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif, Pemkot Bontang juga berencana membatasi penggunaan telepon genggam dalam lingkungan sekolah. Kebijakan tersebut akan tertuang dalam surat edaran resmi. (bro2)

