BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Suasana Ramadan hari ke-12 terasa hangat saat Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membuka kegiatan Berau Berzakat 2026. Agenda penyerahan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) itu berlangsung dalam Gedung Balai Mufakat, Senin (2/3/2026) malam.
Berau Berzakat 2026 bertema “Zakat Menguatkan Indonesia” tersebut menghadirkan unsur kepala daerah, ASN, perwakilan BUMN, BUMD, serta pelaku usaha swasta. Mereka menyerahkan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Berau sebagai lembaga resmi pengelola zakat.
Sri Juniarsih menegaskan zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga wujud kepedulian sosial.
“Membayar zakat merupakan bentuk takwa kepada Allah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama muslim. Zakat dapat membersihkan hati dan harta kita,” ujarnya usai membuka Berau Berzakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat solidaritas dan memperluas manfaat zakat. Menurutnya, zakat berperan strategis menekan kesenjangan ekonomi sekaligus mendorong kesejahteraan.
“Dengan ini juga akan mewujudkan masyarakat yang madani yang penuh keberkahan dari sisi mustahik, dan sebagai muslim perintah zakat ini mewujudkan hubungan peduli kepada sesama manusia,” tambahnya.
Pimpinan BAZNAS Berau, Gazali, menyebut penyerahan ZIS oleh kepala daerah dan pengusaha menjadi teladan sosial, bukan sekadar rutinitas seremonial. Ia menegaskan lembaganya mengelola dan menyalurkan zakat sesuai ketentuan syariah.
Sepanjang 2025, penghimpunan ZIS mencapai Rp6,8 miliar. Dari angka itu, Rp5,3 miliar telah tersalurkan. Sisanya untuk program lanjutan. BAZNAS menyalurkan bantuan rutin kepada 235 mustahik tetap sebesar Rp400 ribu per bulan, dengan total sekitar Rp1,1 miliar per tahun.
Memasuki Ramadan 2026, BAZNAS menggulirkan 1.000 Paket Ramadan Bahagia serta tambahan 100 paket dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Lembaga itu juga menyalurkan Paket Ceria Ramadan bagi pelajar SD dan SMP senilai Rp250 ribu per paket.
Usai pembukaan, para pimpinan dan perwakilan sektor usaha menyerahkan ZIS secara simbolis. BAZNAS juga memastikan pengelolaan dana berlangsung transparan dan akuntabel.
Agenda kemudian berlanjut dengan tausiyah Ustaz Syarifuddin Israil, buka puasa bersama, serta salat Magrib berjemaah. (bro2)


