BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Ancaman kebakaran yang kerap terjadi mendorong Pemerintah Kecamatan Balikpapan Tengah memperkuat langkah mitigasi. Salah satu upaya tersebut berupa penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada setiap rukun tetangga (RT).
Langkah ini muncul setelah musibah kebakaran yang menghanguskan empat rumah pada RT 18 Kelurahan Karang Jati, Selasa (24/3/2026) lalu. Peristiwa tersebut juga menyebabkan satu warga mengalami luka bakar.
Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, menyebut wilayahnya tergolong rawan bencana, terutama kebakaran dan longsor. Kejadian kebakaran, menurutnya, hampir merata pada seluruh kelurahan.
“Peristiwa kebakaran cukup banyak dan hampir terjadi seluruh kelurahan, karena memang wilayah ini rawan, baik kebakaran maupun longsor,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan hidran yang belum berfungsi optimal menjadi salah satu kendala penanganan kebakaran. Kondisi tersebut mendorong perlunya alat pemadam awal pada tingkat lingkungan.
“Sebagian hydrant berfungsi, tapi ada juga yang tidak. Karena itu, kami setiap tahun mengupayakan pengadaan APAR untuk RT,” jelasnya.
Pengadaan APAR tersebut akan berjalan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Meski demikian, pemerintah telah merencanakan seluruh RT dapat memiliki alat bertabung merah itu.
“Sudah kami anggarkan untuk semua RT, tetapi realisasinya bertahap. Untuk jumlah RT yang sudah memiliki APAR, masih akan kami lakukan pendataan kembali,” tambahnya.
Ariefdah juga mengingatkan bahwa APAR hanya efektif untuk penanganan awal kebakaran berskala kecil. Api yang sudah membesar, terutama jika terpicu angin, akan sulit terkendali tanpa peralatan lebih besar.
“APAR itu hanya untuk skala kecil. Kalau api sudah besar dan ada angin kencang, tentu akan sulit memadamkan kebakaran,” pungkasnya.
Sementara itu, pascakebakaran pada kawasan Gang Dji Sam Soe RT 18, pemerintah setempat telah mendirikan posko bantuan guna membantu warga terdampak.
“Posko bantuan sudah kami sediakan pada kantor kelurahan,” kata staf Kecamatan Balikpapan Tengah, Hadi menjelaskan. (bro2/Adv Diskominfo Balikpapan)



