KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Hak Angket DPRD Kaltim Memanas, Mendagri: Kami Monitor

Hak Angket DPRD Kaltim Memanas, Mendagri: Kami Monitor

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan efisiensi dan stabilitas politik Kaltim. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Riak politik Kalimantan Timur (Kaltim) menguat. Enam fraksi DPRD Kaltim menyatakan sepakat mendorong hak angket terhadap kebijakan Gubernur Rudy Mas’ud. Kendati kabar terbaru, Fraksi PAN menyatakan batal menggunakan hak angket. Sorotan publik mengarah pada anggaran renovasi rumah jabatan dan fasilitas kerja senilai Rp25 miliar.

Isu ini memantik perdebatan luas. Sebagian pihak menilai kebijakan tersebut belum mencerminkan prinsip efisiensi, sementara kebutuhan publik masih mendesak pada sektor lain.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons langsung dinamika tersebut saat kunjungan ke Balikpapan, Selasa (5/5). Ia menegaskan setiap kebijakan anggaran harus melalui proses evaluasi ketat.

“Mengenai masalah anggaran, tentu kita melakukan review sebelumnya,” kata Tito Karnavian.

Review tersebut, lanjut Tito, melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah sebelum menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Porprov Kaltim Kekurangan Dokter, Layanan Kesehatan Dioptimalkan

“Itu sangat teknis sekali, terutama menyangkut efisiensi anggaran dan lain-lain,” imbuhnya.

Melalui Kementerian Dalam Negeri, pemerintah pusat terus memantau perkembangan politik di DPRD Kaltim. Usulan hak angket dorongan enam fraksi kecuali Golkar, menjadi perhatian serius.

Tito Ingatkan Stabilitas Daerah

Meski begitu, Tito mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara legislatif dan eksekutif. Stabilitas pemerintahan daerah, menurutnya, tidak boleh terganggu oleh perbedaan sikap politik.

“Kami monitor dinamika yang berkembang. Tapi kita tentu mengharapkan hubungan antara pemerintah daerah dengan DPRD-nya baik. Itu yang paling penting agar setiap masalah bisa selesai dengan baik,” tegasnya.

Ia mendorong penyelesaian melalui komunikasi yang sehat. Pendekatan dialog menurutnya lebih efektif untuk meredam ketegangan tanpa mengganggu pelayanan publik.

Hujan Menengah Dominasi Kaltim Awal Mei 2026

“Saya selalu berusaha membangun komunikasi dengan baik,” ujarnya.

Tito bahkan memiliki prinsip utama dalam menyelesaikan masalah yang ia ibaratkan menarik benang dari tepung.

“Benangnya tertarik, persoalan selesai, tapi tepungnya tidak berantakan,” pungkas Tito.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud belum memberi tanggapan ketika awak media hendak mewawancarainya. Ia tampak terburu-buru memasuki mobil usai menghadiri acara kolaborasi pembiayaan perumahan dan pemberdayaan masyarakat di Gedung Ahmad Yani Raider 600, Manggar Baru, Balikpapan Timur. (bro2)

Pemprov Kaltim Tetapkan 4 Prioritas Pembangunan 2027