BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Kekurangan 1.000 Guru, Disdikbud Balikpapan Andalkan PJLP

Kekurangan 1.000 Guru, Disdikbud Balikpapan Andalkan PJLP

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik jelaskan rekrutmen ratusan guru PJLP untuk mengatasi kekurangan lebih dari 1.000 tenaga pengajar jelang SPMB 2026. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kekurangan tenaga pengajar masih menjadi persoalan serius dunia pendidikan Kota Balikpapan. Saat meningkatnya kebutuhan guru menjelang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, Pemerintah Kota Balikpapan terus mencari cara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.

Suasana sekolah yang tetap ramai setiap pagi ternyata menyimpan tantangan besar. Selama hampir satu dekade terakhir, penambahan guru melalui jalur pegawai negeri sipil (PNS) berjalan sangat terbatas. Dampaknya mulai terasa saat jumlah tenaga pendidik terus menyusut akibat pensiun dan perpindahan tugas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kebutuhan guru saat ini masih cukup tinggi. Menurutnya, jumlah tenaga pengajar yang tersedia belum mampu menutupi kebutuhan ideal setiap sekolah.

“Yang diangkat melalui PPPK kebanyakan merupakan guru honorer yang sebelumnya sudah mengajar. Jadi secara jumlah belum ada penambahan,” kata Irfan, Selasa (12/5/2026).

Saat ini, jumlah tenaga pengajar tercatat sekitar 4.200 orang. Sementara kebutuhan ideal mencapai sekitar 6.000 guru. Sehingga untuk menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan, pemerintah daerah melibatkan tenaga pengajar melalui skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Polda Kaltim Ajak Pelajar SMAN 1 Balikpapan Bijak Bermedsos

“Langkah ini solusi sementara setelah pemerintah pusat menghentikan perekrutan tenaga honorer non-ASN,” ungkapnya.

Irfan menjelaskan, kekurangan guru terus bertambah setiap tahun karena banyak tenaga pendidik memasuki masa pensiun. Selain itu, sebagian guru juga memilih pindah tugas ke daerah lain sehingga kebutuhan tenaga pengajar semakin besar.

“Setiap tahun ada guru yang pensiun dan pindah. Sementara penambahan guru baru masih terbatas sehingga kekurangan terus bertambah,” ujarnya.

Sejak Januari 2026, perangkat daerah yang membidangi pendidikan dan kebudayaan ini telah merekrut sekitar 460 guru melalui skema PJLP. Dengan tambahan tersebut, kekurangan tenaga pengajar kini tersisa sekitar 600 orang.

“Kami  juga mengusulkan sekitar 100 formasi guru melalui jalur ASN pada tahun ini,” ucapnya.

Metode Bor Pile Solusi Amblesnya Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan

Irfan mengharapkan usulan tersebut mampu memperkuat kebutuhan tenaga pengajar pada berbagai sekolah negeri. (bro2)