BERANDAPOST.COM, MAKKAH – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi terus melakukan transformasi layanan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Terutama pada sektor konsumsi jemaah.
Tahun ini, layanan katering haji mulai terintegrasi dengan sistem digital. Langkah tersebut guna memastikan distribusi makanan berjalan cepat, tepat, dan terpantau secara real-time.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi, Indri Hapsari, mengatakan seluruh pengelolaan data konsumsi kini terhubung dalam satu sistem digital.
“Pada tahun ini pengelolaan data konsumsi mulai terintegrasi secara digital, mulai dari pencatatan distribusi, monitoring jumlah porsi, hingga verifikasi layanan,” kata Indri, Rabu (13/5/2026).
Sistem tersebut membantu percepatan koordinasi sekaligus memudahkan penanganan kendala logistik secara presisi.
PPIH saat ini mengelola distribusi makanan dari 51 dapur penyedia menuju 177 hotel yang ditempati 527 kloter jemaah di Makkah. Hingga kini, lebih dari 1.193.534 boks makanan telah terdistribusi kepada jemaah tanpa kendala berarti.
Gizi dan Cita Rasa Indonesia
Selain pembaruan sistem, kualitas menu konsumsi jemaah juga mengalami peningkatan. Penyusunan menu dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi dan penyesuaian cita rasa khas Indonesia agar jemaah tetap berselera makan selama menjalani ibadah.
“Penyusunan menu dengan memperhatikan keseimbangan gizi, variasi lauk, dan penyesuaian selera jemaah haji Indonesia,” ujar Indri.
Pemerintah juga menambahkan asupan nutrisi pelengkap berupa susu, buah segar, dan air mineral. Pembagian nutrisi pelengkap tersebut secara rutin kepada jemaah.
Selain itu, fokus layanan konsumsi kini mulai menuju fase puncak ibadah haji yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Setiap jemaah akan mendapatkan tiga botol air mineral sebagai minuman pembuka. Selama menjalani wukuf pada 8 hingga 9 Dzulhijjah, jemaah maksimal mendapatkan lima kali makan penuh.
Sebelum bergerak menuju Muzdalifah, PPIH juga akan membagikan paket konsumsi tambahan sebagai bekal energi jemaah.
Sementara itu, selama berada dalam kawasan Mina pada 10 hingga 13 Dzulhijjah, jemaah akan menerima suplai makanan maksimal sepuluh kali guna menjaga kondisi fisik tetap prima. (bro2)


