BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Pemerintah memastikan pembangunan Jembatan Sungai Riko, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai berjalan pada tahun 2026.
Kepastian ini muncul setelah Kementerian PPN/Bappenas menyetujui usulan Bupati PPU, Mudyat Noor, guna memperkuat konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Proyek strategis ini akan menghubungkan PPU dengan kawasan Pulau Balang serta memperlancar arus logistik.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menilai infrastruktur ini menjadi kunci utama agar masyarakat lokal merasakan dampak ekonomi dari kehadiran ibu kota baru.
“Konektivitas menjadi kunci. Kalau PPU tidak memiliki akses yang memadai, peluang ekonomi bisa saja yang menikmati justru daerah lain,” tegas Mudyat, Rabu (18/3/2026).
Mudyat memprediksi aktivitas ekonomi wilayah penyangga akan meningkat tajam menjelang target penyelesaian infrastruktur utama IKN pada 2028. Oleh karena itu, ia mendorong kesiapan infrastruktur sedari awal agar PPU mampu mengambil peran strategis dan tidak hanya menjadi penonton saat masifnya pembangunan pusat pemerintahan.
Spesifikasi Teknis dan Pendanaan
Secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur, Aji Muhammad Fitra Firnanda, memaparkan detail teknis jembatan tersebut. Tim perencana merancang Jembatan Riko dengan bentang utama sepanjang 500 meter.
Selain bentang utama, pemerintah juga akan membangun jembatan pendekat sepanjang kurang lebih satu kilometer untuk mengatasi kondisi geografis lokasi kawasan rawa. Terkait pembiayaan, Aji menyebutkan adanya kolaborasi antara pusat dan daerah.
“Ada kesediaan dari Kementerian PU untuk mendanai pembangunan ini. Melalui Bupati PPU, kita juga menyiapkan dana rintisan,” jelas Aji, belum lama ini.
Dijelaskan, pembangunan Jembatan Riko nantinya akan terintegrasi langsung dengan peningkatan kualitas jalan seluruh wilayah PPU. Langkah ini bertujuan menciptakan jaringan konektivitas yang efisien bagi mobilitas warga maupun distribusi barang dan jasa.
Selain itu, Pemprov Kaltim tetap optimistis bahwa proyek ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan menarik minat investasi baru.
“Kehadiran jembatan inisekaligus memperkokoh posisi Kaltim sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia melalui transformasi wilayah PPU,” imbuhnya. (bro2)



