BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Suasana Aula Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) terasa dinamis saat para camat, lurah, dan kepala desa berkumpul. Mereka tidak sekadar hadir mengikuti sosialisasi, tetapi membawa harapan untuk kembali mengukir prestasi pada Lomba Desa, Lomba Kelurahan, dan Teknologi Tepat Guna (TTG) 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PPU, Tita Deritayati, mengingatkan bahwa capaian tahun sebelumnya menjadi pijakan penting. Ia menilai keberhasilan meraih juara tingkat provinsi membuktikan potensi desa yang mampu bersaing.
“Selain itu, kita juga berhasil meraih juara I Teknologi Tepat Guna tingkat provinsi, juara II inovasi teknologi tepat guna, serta penghargaan stan terbaik. Ini membuktikan PPU mampu bersaing dengan daerah lain,” kata Tita, Senin (4/5/2026).
Namun, prestasi itu tidak datang tanpa tantangan. Tahun ini, setiap desa harus tampil lebih siap, bukan hanya pada dokumen, tetapi juga pada kemampuan menyampaikan gagasan dan inovasi.
Menurut Tita, wawancara dan pemaparan menjadi kunci. Desa harus mampu menjelaskan program unggulan, termasuk pengelolaan lingkungan seperti pengolahan sampah. Peran Tim Penggerak PKK juga menjadi kekuatan tersendiri.
Ia meminta camat selektif menentukan desa perwakilan. Setiap wilayah hanya mengusulkan satu desa terbaik untuk mengikuti tahapan berikutnya.
“Setiap kecamatan nantinya menunjuk satu desa untuk mengikuti lomba. Dari situ akan ada seleksi kembali untuk mewakili PPU pada tingkat provinsi,” jelasnya.
Lomba desa tidak sekadar ajang kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi produk unggulan desa agar semakin terkenal lebih luas dan mampu menembus pasar modern.
Peserta juga mendapat penjelasan teknis penilaian. Aspek yang menjadi penilaian meliputi capaian dua tahun terakhir, status perkembangan desa, hingga kelengkapan dokumen seperti RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.
Evaluasi turut melibatkan aplikasi pemerintah desa dengan validasi data oleh kecamatan dan kabupaten. Pendekatan ini memastikan setiap informasi adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong desa semakin maju, mandiri, dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya,” tutup Tita. (bro2)


