BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah terjadi untuk destinasi wisata Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hingga H+3, jumlah pengunjung mencapai 104.403 orang.
Kepala Disbudpar PPU, Safwana, mengatakan pihaknya menghimpun data tersebut dari berbagai destinasi unggulan. Lokasi yang terpantau antara lain Pantai Istana Amal, Pantai Bumi Taka, Pantai Tanjung Jumlai, Pantai Nipah-Nipah, Gua Tapak Raja Kariwaya, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Data sementara sampai H+3, total kunjungan wisatawan mencapai 104.403 orang. Ini meningkat daripada periode yang sama tahun 2025,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Safwana menjelaskan pergerakan wisatawan mulai terlihat sejak sebelum Lebaran. Pada H-3 tercatat 56 pengunjung, kemudian 43 orang pada H-2 dan 24 orang pada H-1. Saat hari Lebaran, jumlah kunjungan meningkat menjadi 256 orang.
Lonjakan signifikan terjadi setelah Lebaran. Pada H+1, jumlah pengunjung mencapai 16.792 orang. Angka tersebut melonjak pada H+2 menjadi 80.769 orang, lalu tercatat 6.463 orang pada H+3.
“Biasanya masyarakat mulai berwisata pada hari kedua Lebaran, sehingga terjadi lonjakan yang cukup tinggi saat H+2,” jelasnya.
Destinasi Penyumbang Wisatawan Tertinggi
Pantai Tanjung Jumlai menjadi penyumbang kunjungan tertinggi dengan 31.636 wisatawan dan masih dalam proses pendataan hingga H+4. Pantai Istana Amal mencatat 2.808 kunjungan hingga H+3.
Kawasan IKN juga menarik minat wisatawan dengan total kunjungan mencapai 62.500 orang hingga 23 Maret 2026. Selain itu, Pantai Nipah-Nipah mencatat 5.980 pengunjung, sementara Gua Tapak Raja Kariwaya mencapai 570 pengunjung.
Safwana mengakui masih terdapat kendala dalam pengumpulan data. Beberapa pengelola destinasi belum melakukan pencatatan secara konsisten.
“Memang ada beberapa lokasi yang belum mendata saat hari tertentu atau masih dalam proses hingga H+4, sehingga angka ini masih bisa bertambah,” katanya.
Selain itu, pihaknya mencatat peningkatan ketimbang periode yang sama tahun lalu. Hingga H+3 Lebaran 2025, jumlah kunjungan mencapai 100.560 orang. Tahun ini meningkat sekitar 3.870 wisatawan.
Safwana menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong pengelola destinasi untuk meningkatkan pelayanan serta memperbaiki sistem pendataan.
“Kami berharap kunjungan ini terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha sekitar destinasi wisata,” imbuhnya. (bro3)



